Tanggal 9 April 2008 buat anak antropologi Anda akan diminta mengetahui suku apa saja yang mendiami sulawesi tengah. kemudian anda dimanta juga untuk mengetahui jenis bahasa yang digunakan. lalu Kesenian apa saja yang dimiliki oleh suku tersebut. tidak lupa jenis kuliner, serta gedung bersejarah atau bahkan baju adat selanjutnya anda diminta mempromosikan wilayah yang anda kuasai dalam hal ini agar orang yang mendengar tertarik dan ingin lebih mengenal daerah anda (melancong) Tanggal 17 Juni 2008 Buat anak pemerintahan genap Mohon maaf sebelumnya. Baru saya masukkan data tentang modal sosial. caranya masuk ke tags bahan kuliah (yang tulisannya biru) nah trus ada modul tentang modal sosial (kiranya ini hanya sebagai bahan bacaan saja). kiranya itu tidak di copy paste. Makalahnya bab 1 - 4 trus di lengkapi dengan daftar pustaka. ehmmmm met buat makalah ya........... oh ya makalahnya bisa ditulis tangan kok, yang penting bisa dibaca. Tidak perlu di sampul (kalo itu memang menyusahkan) (artikel modal sosial sumbangan dari Mr Nasrum Van Gough). Tanggal 25 Juni Buat anak antro yang program M.K Kajian Kebudayaan Sulawesi Tengah dan Antropologi Perkotaan telah keluar Nilai meet, tugas dan Finalnya. Kalo ada yang kurang berkenan bisa menghubungi pengasuh mata kuliah. Tangal 4 September 2008 hmhmmhm iklim akademik sangat menyenangkan, penerimaan dan pengenalan siswa baru pada dosenya berjalan dengan kekeluargaan. Penasehat akademik ku adalah mas lono, usianya kira-kira 40-an, orangnya seniman abis pengkajian antropologi dan seni sich..... ehm beberapa minggu nich ada banyolan yang harus kutulis....misalnya Lebih Baik Pulang Bodoh daripada Pulang Gila (karena susahnya antro ya.) atau Jangan Stlessss om usid......(nih ungkapa menyindir bagi yang mo tesis, diambil dari nama anak kost juga) Oh ya jogja ni sebnarnya kecil, namun jalusnya banya searah, serta gedungnya sudah banyak, jadi kemungkinan tersesat bisa aja. Rupanya UGM itu bukan di kota jogja, melainkan di kabupaten sleman (bingung kan.....) disini aja 6 jam perjalanan darat sudah melewati 2 propinsi dan 10 kabupaten. bandingkan dengan palu - buol sehari semalam tapi hanya melewati 2 kabupaten dalam 1 propinsi.....,,, aku rindu dengan ngajar anak di matakuliah komputer....... Tangal 16 September 2008 Puasa dikampung orang......jalani aja lagi. Serasa jalani puasa sendirian di p4k...hahahahaha ehm puasa di jogja lebih banyak tantangannya......adanya kaum abangan, mulai terbentuknya sekuler juga tuntutan ekonomi seseorang. sehingga puasa itu seperti hari biasa aja tidak ada bedanya. tidak ada lagi istilah mayoritas atau minoritas baik kawasan, agama, sex atau ekonomi. yang ada gimana kamu menjalani puasa itu lebih bermanfaat. ataukah kita mengkambing hitamkan sesuatu... Hanya Tuhan Yang Tahu. ^!^ Tanggal 2 Januari 2009, ini adalah kisah tahun baruku di Yogyakarta. jam 9 malam temanku acil sudah pergi naik sepeda padahal sebelumnya kita berdua telah janji untuk pergi bersama namun ternyta saya ditinggalin sendiri. Bunyi letusak kembang api dengan berbagai macam modelnya membangkitkan rasa keingin tahuannku dengan kota Yogyakarta. Mumpung di Yogya kebapa tidak dinikmati aja ya khan?????. Jam 10.30 saya pinjam sepeda ontel dengan mbak citra tetangga kostku. Jam 11 saya mulai meninggalkan sagan melewati jalur colombo, lalu ke bundaran UGM. Disini mulai saya rasakan hawa keramaian dan mataku menangkap pemandangan beberapa pasang muda mudi sedang berduaan berpulakn, cemburu ya iyalah, bikin donk ah nggak sempat. Selanjutnya perjalanan saya menuju kantor telkom Regional Yogyakarta, disini lebih rame lagi dengan cara musiknya serta muda mudinya tambah banyak sebanyak saya memikirkan ingin menghabiskan waktu tahun baru dengan siapa?. pukul 11.10 perjalalan dilanjutin ke Tugu namun baru beberapa Kilo meter menuju k tugu tepatnya perempatan gramedia jalanan sudah padat. Ku Balik lagi menuju lapangan Kridisono dan ah kudayung sepeda ontel pinjamanku ke arah malioboro. Gila bener jalan padat dimulai dari pertigaan geraja di kampung baru. tapi tenang sepeda bisa menyisip semauku bahkan naik ke atas trotoar inilah yang kulakukan turun ke jalan atau naik ke trotoar yang penting sampai ke perempatan taman pintar yang sebelumnya tlah ditutup jalan tersebut oleh polantas, tapi namanya sepeda tidak ada tanda larangannya. Saya menyebrangkan sepedaku ke menuju perempatan malioboro. sepeda ku parkir dekat taman pintar. Selebihnya jalan kaki menuju perempatan bank BNI dan kantor pos lama. Ah disini lebih gila maunya sih jalan kaki ke alun-alun tapi apa daya jalan kaki sudah sesak padat merayap. ya pergantian tahun saya rayakan di perempatan malioboro dengan percikan bunyi kembang api dengan model seta bermacam warna. Ah sendiri lagi tahun baru seperti yang sudah-sudah. tapi di sebelahku ada cewek manis, dari mukanya ketahuan dia orang yogya. Memakai baju kaus batik dengan rok dibawah lutut sambil memegang jemari kaka perempuannya. sesekali saya melihay wajah ayu yang dihiasi kulit kuning langsat, ah ciptaan Tuhan ini sungguh menggoda. kenalan, eits tunggu dulu atau lebih tepat tidak baik dilakukan atau dengan kata lain malu ah cari perhatian tengah malam. Selesai perayaan tahun baru tepatnya jam 00.30 saya berangkat pulang dengan kecemburuan saya pada pelukan-pelukan mesra muda-mudinya, tapi jangan cuma cemburu dong saya juga merasa bahagia karena bukan hanya muda-mudi yang datang, ada anak dengan orang tuanya ada juga suami dan istrinya walaupun mereka layak saya katakan manula. Toh inilah kebahagian sejati dengan senyuman dan terkadang mereka tertawa. Ah kapan ya saya mempunyai istri sampai keriput begitu ya. Ada satu lagi kebahagiaan bukan hanya untuk yang sehat aja, ada juga loh yang duduk di kursi roda, ada juga yang tangannya masih dibalut serta ada juga anak yang "keterbelakangan mental" yang di peluk sama ibunya sambil tertawa ceria, dapatkah kau merasakannya setelah membaca tulisan ini. kalau tidak berarti saya sendiri yang merinding dengan semua kebahagiaan ini. tapi sebelum kuakhiri ingin kutuliskan bahwa jam 1 saya wajib nelpon ke ortu dalam hal ini ibu saya maklumlah saya sebelumnya dilarang menghadiri kegiatan tahun baru cukup di kos, jadi wajib lapor ke ibu tuk memberitahukan bahwa saya baru aja melanggar larangannya dan saya ingin sampaikan bahwa saya bukan anak durhaka yang suka melanggar larangan orang tua. Tanggal 19 Fabreuari 2009. capek, jenuh dan khawatir, gimana tidak dalam pikiran banyak orang tuh pasca tuh tidak akan nilai C tapi yang terjadi mata kuliah pak laksono Kajian Etnografi ada 5 orang yang dapat C waduh..............mesti tarik ikat pinggang dan siap kompres kepala dengan air dingin supaya belajarnya tambah giat............... maka dari itu semua pada kocar-kacir, apalagi menantikan nilai dari Mr.Strukturalis (pak hedy) untuk mata ukuliah epistemologi. Kejadian Kajian Etnografi membuat beberapa teman kabur nari mata kuliah visualitas yang sebenarnya telah mereka ambil. bahkan ada yang nyumpahin tidak ingin ketemu dengan pak Laksono (hahahahahahaha sedih atau gembira its difficult for me). sementara itu melihat jadwal semester genap ada yang amburadul. misalnya saja mata kuliah aplikatif sektoral hanya ada di semester genap dan tidak ada diganjil (jadi banyak teman-teman yang menggeber mata kuliah aplikatif sektoral disemester II ini) sedangkan keganjilan yang lainnya adalah mata kuliah ekonomi dan perubahan sosial budaya yang di ampu Sjafri Sairin, Prof. di semester ganjil mata kuliah ini termasuk di nomotetik konstruksi teori. sedangkan di semester genap masuk di idiografik konstruksi teori (ini jadi masalah terutama bagi Soehardi, Prof yang sangat membedakan nomotetik dan idiografik) sementara itu keganjilan lainnya adalah pada jumlah sks dan lama perkuliahannya. Mata kuliah untuk pasca semuanya berbasis 3 sks (kecuali tesis) namun ketika melihat waktu perkuliahannya ada yang berdurasi 2 jam, ada yang berdurasi 1 1/2 jam ada yang berdurasi 1 jam 15 menit. sehingga kalau disimpulkan bisa dikataan bahwa : 1. Pengambilan mata kuliah pada pasca Antro itu tergantung dari karakteristik dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan (untuk lebih jelasnya diskusi mengenai dosen pengampu biasa dilakukan di Kandang antro, ditanya ke adik tingkat atau teman seangkatan yang lulusan s1 antro ugm) 2. Pengambilan mata kuliah pasca antro juga terkait dengan nasehat dari dosen pembimbing akademik dan dosen pembimbing tesis nah ini antara moralitas dan rasional. ada yang nggak suka dengan karakteristik dosen pembimbing tesisnya tapi terpaksa ambil mata kuliah yang diampu oleh dosen tersebut. Namun ada juga yang secara sengaja tidak mengambil, karena mata kuliah yang di asuh dosen pembimbing tesis tersebut tidak berhubungan dengan judul tesis yang akan diajukan. Tapi yang lebih penting ada satu mata kuliah yang bebasdari kesan idiografik/nomotetik, suka/tidak namun wajib diambil dan nasehati oleh sebagian dosen antro untuk mengambilnya yakni Menulis Etnografi. 3. Durasi perkuliahan tidak tergantung pada jumlah sks. Tapi berkaitan dengan suasana kelas perkuliahan, suasana hati dosen pengampu mata kuliah serta kondisi yang tidak bisa dihindari. (misalnya akibat puting beliung, perkulihan Kajian Etno di tunda, padahal kelas sudah siap) Jadi begitu banyaknya pertimbangan yang mempengaruhi taktik dan strategi seorang mahasiswa pasca antro untuk mengambil mata kuliah dan berapa semester akan ditargetkan olehnya.
| |||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||



